Malang benar nasib Florence Sihombing. Mahasiswi S2 Kenotariatan Universitas Gajah Mada (UGM) ini menjadi bulan-bulanan di jejaring sosial dan menjadi korban bully banyak orang atas apa yang dia lakukan.
Semua berawal dari keluhan Florence saat dia tidak mendapatkan BBM lantaran stok BBM di beberapa SPBU di Jogjakarta mengalami kelangkaan. Mungkin karena sudah benar-benar sebal, Florence menumpahkan kekesalannya itu di jejaring sosial.
Mungkin saat itu Florence memang sedang emosi, sehingga tidak menyadari akibatnya. Karena dengan segera, orang-orang langsung balas menyerang Florence yang membuat dia sampai harus merilis permintaan maaf dan sempat di-bully.
Jika melihat informasi yang diberikan Florence lewat akun Path pribadinya, Florence saat itu sedang mengantri BBM jenis Pertamax. Namun alih-alih mengantri di bagian motor yang sudah terlalu macet, Florence diduga berpindah dan membeli di bagian antrian mobil.
Hanya saja, informasi muncul bahwa seluruh antrian yang ada di SPBU itu sejatinya semua mengantri BBM jenis Pertamax. Sehingga besar kemungkinan Florence menerobos antrian.
Usai tidak mendapatkan BBM Pertamax yang memang diharapkanya, Florence sepertinya cukup sebal. Dia menumpahkan kekesalannya itu di akun jejaring sosial Path miliknya. Statusnya itu cukup membuat banyak orang terkejut. Florence menulis, 'Jogja Miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja'.
Tak hanya di Twitter, beberapa bulan lalu, tepatnya pada bulan April, Florence sempat mengungkapkan kebosanannya tinggal di Jogja melalui akun Facebook-nya. Florence mengaku tak mengerti apa yang salah dengan Jogja dan membuatnya benar-benar sebal. Bahkan dirinya sempat membandingkan para penduduk Jogja dengan Bandung.
Di mana Florence menulis, 'Bandung lebih asik. Mata ini segar kalau di Bandung, hampir semuanya enak dilihat, cuacanya enak, gak kering dan bikin kulit item kayak di Jogja. Di Bandung orang-orangnya gak tolol, orang-orangnya keren-keren, tempat makannya asik-asik, artistik. Sementara Jogja...su***,'
Rupanya perilakunya itu didengar oleh institusi pendidikan di mana dirinya sekolah, Univesitas Gadjah Mada (UGM). Dikenal sebagai kampus terbaik di Indonesia, salah satu dosen UGM yang bernama Heribertus Jaka Triyan A memperingatkan agar seluruh civitas akademika hati-hati dalam berbicara. Karena sanksi akademik bisa dikenakan kepada mereka yang berbicara ngawur dan merendahkan pihak lain.
Dengan tingginya tuntutan hampir dari seluruh lapisan masyarakat, kurang dari 24 jam, Florence langsung mengungkapkan permintaan maafnya. Dalam akun Path miliknya pula, Florence menulis bahwa dia menyesal. Bahkan sang ibu yang ada di Medan, Boru Sinaga juga mengungkapkan permintaan maaf akan aksi anaknya.
Sepertinya permintaan maaf Florence dianggap tidak cukup. Jumat (29/8) lalu, gabungan LSM dan sekelompok masyarakat melaporkan Florence Sihombing kepada Polda DIY. Di mana Florence dianggap menimbulkan kebencian, luka hati dan permusuhan terkait SARA di Jogja.
Hingga akhirnya mahasiswi program studi Kenotariatan, Fakultas Hukum UGM ini akhirnya ditahan pada Sabtu (30/8) lalu mulai pukul 14.00. Sebelum ditahan, Florence datang ditemani pengacaranya, Wibowo Malik pada pukul 10.30. Usai dua jam pemeriksaan, Florence kemudian dinyatakan ditahan kendati pihaknya menolak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).
Sebaiknya gunakan dunia maya khususnya sosmed secara santun dan beretika.
Sumber : Kapanlagi
No comments