Racing

Cute

Behind The Mic

Kota

Features

Feature

Taylor Duet

Penyanyi pop country Taylor Swift (24) tak pernah melupakan momen berbagi mikrofon dengan Pangeran William, Duke of Cambridge dari Inggris, dan penyanyi rock Jon Bon Jovi, beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka bertiga menyanyikan lagu "Livin' on a Prayer"dalam sebuah acara amal di Istana Kensington, London.

"Saya juga tak tahu kenapa saya diajak naik panggung, padahal belum pernah bertemu Pangeran William," kata Swift.

Saat itu, cerita Swift, Bon Jovi mengundang William ke atas panggung karena pernah mendengar cerita tentang sang pangeran yang sering menyanyikan lagu "Livin' on a Prayer" di tempat karaoke.

"Kemudian, Pangeran William naik ke panggung dan mengatakan akan menyanyi jika saya juga mau menyanyi. Kemudian, dia menggandeng tangan saya naik panggung," cerita Swift yang mengaku sempat terkejut dengan ajakan itu.

Sayangnya, Swift merasa aksi panggungnya saat itu tak begitu bagus. Bahkan, dia mengaku lebih banyak berteriak daripada menyanyi. Sepertinya, penyanyi yang sedang menggelar konser Red Tour keliling Eropa ini ingin menunjukkan kegembiraannya bisa bernyanyi bersama Pangeran William.

"Suara Pangeran William sangat bagus, nadanya juga bagus. Sepertinya, dia bisa menjadi seorang penyanyi terkenal," ungkap pelantun lagu "We are Never Ever Getting Back Together" itu. (Daily Mail/SIE)
sumber : kompas

Ariel Bebas


Vokalis kelompok musik "Noah" Nazriel Irham atau Ariel akhirnya bebas murni, Senin, setelah narapidana kasus pornografi di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung itu menuntaskan masa bebas bersyarat.

"Ariel divonis Pengadilan Negeri Bandung selama 3,5 tahun penjara di Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung. Juli 2013, Ariel telah mendapatkan kebebasan bersyarat hingga hari ini benar-benar bebas," kata Budiana, Kepala Sie Bimbingan Klien Dewasa Bapas Kelas I Bandung Kantor Wilayah Jawa Barat, di Bandung, Senin (22/9/2014).
Ia menjelaskan, Ariel sudah menjalani dua per tiga hukumannya. Ariel juga mendapatkan keringanan masa pembebasan bersyarat terhitung 23 Juli 2013 sampai 21 September 2014.
"Selama bebas bersyarat itu, Ariel masih dikenai wajib lapor ke Bapas satu bulan sekali sesuai aturan yang ditetapkan," katanya.
Surat putusan pembebasan itu langsung diterima Ariel yang datang ke Bapas Kelas I Bandung.
Selama pembebasan bersyarat, Ariel tercatat 26 kali melapor ke Bapas Bandung dan satu kali tidak lapor karena ada jadwal konser kelompok musiknya.

Internet Indonesia Akan Mati Total?

Para penyelenggara layanan internet (internet service provider-ISP) di Indonesia sedang gusar. Pasalnya, mereka tidak mau dipenjarakan seperti mantan Direktur Utama Indosat Mega Media (IM2), Indar Atmanto.

Bukan tidak mungkin, perusahaan-perusahaan ISP tersebut menghentikan layanannya sama sekali dalam waktu beberapa minggu ke depan. Dampaknya, internet di Indonesia bisa mati total,
Kegusaran tersebut bermula dari vonis delapan tahun penjara dan denda Rp 300 juta subsider kurungan enam bulan oleh Pengadilan Tinggi DKI Jakarta yang dijatuhkan kepada Indar karena kasus tuduhan korupsi pengadaan jaringan 2,1 GHz/3G di PT Indosat.

Indar sempat mengajukan kasasi ke MA namun ditolak dan kini ia harus mendekam di LP Sukamiskin Bandung. MA juga menghukum IM2 dengan membayar uang pengganti Rp 1,3 triliun.
Selama ini, IM2, yang tidak memiliki izin frekuensi 3G, dalam operasinya menyewabandwidth ke operator Indosat yang telah mengantongi izin frekuensi 3G.
Model bisnis serupa yang digunakan IM2 dan Indosat juga dipakai oleh para penyedia jasa layanan internet di Indonesia, yang jumlahnya lebih dari 200 ISP.
Kemenkominfo dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) sendiri sudah mengeluarkan pernyataan dan pembelaan yang menyatakan bahwa apa yang dilakukan IM2 dan Indosat tidak menyalahi regulasi yang berlaku di Indonesia.
Oleh karena itu, para penyelenggara jasa internet, seperti Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII), Pengelola Nama Domain Indonesia (Pandi), dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI), khawatir jika kasus yang ditimpakan kepada Indar itu juga dilayangkan ke mereka.

Sumber : Kompas

Festival Keraton Nusantara IX


Sampai dengan Jum’at (5/9) berdasarkan data kehadiran undangan kegiatan Festifal Keraton Nusantara (FKN) Bima sudah tiba dibima 40 keraton dan kerjaan se Nusantara, termasuk dua kesultanan dari Negara Filipina. Sementara untuk persiapan panitia tinggal tahapan pembenahan.

Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Bima, Drs Syarifuddin mengaku untuk seluruh kegiatan pesiapan FKN sudah 95 persen selesai dan tinggal tahapan pembenahan fisik saja. Begitupun untuk persiapan dari seluruh panitia penerima dan sarana pendukunglainnya telah rampung.
Ditanyakan kendala, diakui Syafruddin sampai saat ini tidak ada kendala berarti, sebelumnya masalah penginapan bagi rombongan tamu sudah diatasi semua, selain hotel dan losmen panitia menyediakn perumahan warga dan kost bagi rombongan yang hadir.
Diantara keraton nusantara yang hadir saat ini, demak, Cirebon, Palembang, Talo, Solo, Jokja dan Buton. Mengenai kehadiran undangan diakui Syafrudin tidak ada masalah, seluruh tamu telah ditempatkan pada seluruh hotel yang ada termasuk di Kalaki Beach.
Mengenai tamu undangan, diakui Syafrudin berdasarkan data diterima panitia dari laporan kehadiran tamu undanga, sudah ada sekitar 40 kesultanan maupun kerajaan yang kini tiba di Bima. Ditambah dua kesultanan dari Negara Filipina sudah berada dibima.
Pantauan terlihat sejumlah rombongan keraton melakukan kegiatan gladi pasukan kirab, termasuk dari pasukan Sampoja Nae yaitu pasukan tombak kesultanan Bima yang akan mengikuti kirab nantinya.
Rencananya untuk kegiatan pembukaan pada sabtu malam (6/9) kegiatan pembukaan tersebut dibuka dengan acara welcome diner, kemudian pada minggu (7/9) pukul 14.00 wita acara puncaknya yaitu kirab budaya yang akan menghadirkan parade budaya sleuruh keratin termasuk parede pasukan kerajaan.
Sementara panitia lain terus melakukan pembenahan akhir, diantaranya perlengkapan tata panggung bagi raja dan ratu, stan pameran budaya dan kuliner serta pemasangan puluhan spanduk dan beliho serta umbul-umbul selamat datang. Masyarakat sendiri begitu antusias hadir hendak melihat lebih dekat rencana pelaksanaan kegiatan FKN.

Gunakan Hak Pilih Mu


Mengapa Tubuh Kadang Tersentak Tiba-tiba Saat Ingin Tidur?

Pernah mengalami kejadian tersentak tiba-tiba saat sedang berbaring di kasur dan mencoba untuk tertidur? Terkadang tangan atau kaki kita akan tersentak dengan sendirinya saat tubuh belum benar-benar tertidur.



Peristiwa tersentaknya kaki saat ingin tertidur dikenal dengan sebutan hypnic jerk atau sleep starts. Sebagian besar orang pernah mengalaminya dan hal tersebut bersifat normal.

Menurut pengajar ilmu psikologi dan ilmu kognitif dari University of Sheffield, Tom Stafford, hpynic jerk disebabkan oleh transisi otak dari fase bangun menjadi fase tidur.

"Hypnic jerk sepertinya adalah tanda bahwa sistem motorik tubuh masih bisa memegang kendali saat kelumpuhan tubuh akibat tidur (sleep paralysis) mulai mengambil alih," ujar Stafford, dikutip dari BBC, Selasa (8/7/2014).

Menurut Stafford tubuh memiliki dua sistem saling berlawanan yang membantu manusia menjalani keseharian. Salah satu sistem tersebut adalah kumpulan sel saraf dalam otak bernama sistem aktivasi retikuler yang saat beroperasi penuh maka orang tersebut dalam keadaan bangun. Di sisi lain ada juga saraf ventrolateral preoptic nucleus (VLPO) yang bertanggung jawab saat tubuh memasuki fase tidur pada malam hari.

Biasanya saat seseorang tertidur dan bermimpi, orang tersebut aktif dalam mimpi namun tubuh tidak ikut bergerak. Hal tersebut dikarenakan tubuh dalam keadaan lumpuh karena sistem aktivasi retikuler tidak aktif penuh.

Berkaitan dengan hal tersebut, menurut Stafford saat tubuh belum sepenuhnya tertidur karena alasan yang masih belum jelas oleh peneliti, sistem aktivasi retikuler secara acak akan aktif tiba-tiba mengalahkan pengaruh VLPO.

"Dengan kata lain, hypnic jerk adalah usaha terakhir dari sistem saraf motorik siang hari atas kontrol tubuh," tutup Stafford.

14th ANNIVERSARY


Select Menu