Racing

Cute

Behind The Mic

Kota

Features

Feature

Ayu Ting Ting Masuk Tiga Nominasi Anugerah Dangdut Indonesia

Kapanlagi.com - Tahun 2015 bisa dibilang tahun berkilau bagi karir musik Ayu Ting Ting. Selain penjualan albumnya laris manis, pelantun lagu Sambalado ini juga masuk tiga nominasi di Anugerah Dangdut Indonesia yang diadakan MNC TV.Mantan kekasih Shaheer Sheikh ini masuk nominasi Penyanyi Dangdut Terpopuler, Lagu Dangdut Terpopuler dan Penyanyi Dangdut Paling Sosmed. Prestasi membanggakan seperti ini tentu saja membuat Ayu senang bukan main.
"Senang, bersyukur. Berarti Allah kasih rezeki buat Ayu," ungkap Ayu Ting Ting saat ditemui di MNC Tower, Jakarta Pusat, Kamis siang (10/12).
Ayu Ting Ting sabet tiga nominasi di ajang Anugerah Dangdut Indonesia © KapanLagi.com®/Bambang E Ros

Taylor Duet

Penyanyi pop country Taylor Swift (24) tak pernah melupakan momen berbagi mikrofon dengan Pangeran William, Duke of Cambridge dari Inggris, dan penyanyi rock Jon Bon Jovi, beberapa waktu lalu. Saat itu, mereka bertiga menyanyikan lagu "Livin' on a Prayer"dalam sebuah acara amal di Istana Kensington, London.

"Saya juga tak tahu kenapa saya diajak naik panggung, padahal belum pernah bertemu Pangeran William," kata Swift.

Saat itu, cerita Swift, Bon Jovi mengundang William ke atas panggung karena pernah mendengar cerita tentang sang pangeran yang sering menyanyikan lagu "Livin' on a Prayer" di tempat karaoke.

"Kemudian, Pangeran William naik ke panggung dan mengatakan akan menyanyi jika saya juga mau menyanyi. Kemudian, dia menggandeng tangan saya naik panggung," cerita Swift yang mengaku sempat terkejut dengan ajakan itu.

Sayangnya, Swift merasa aksi panggungnya saat itu tak begitu bagus. Bahkan, dia mengaku lebih banyak berteriak daripada menyanyi. Sepertinya, penyanyi yang sedang menggelar konser Red Tour keliling Eropa ini ingin menunjukkan kegembiraannya bisa bernyanyi bersama Pangeran William.

"Suara Pangeran William sangat bagus, nadanya juga bagus. Sepertinya, dia bisa menjadi seorang penyanyi terkenal," ungkap pelantun lagu "We are Never Ever Getting Back Together" itu. (Daily Mail/SIE)
sumber : kompas

Ariel Bebas


Vokalis kelompok musik "Noah" Nazriel Irham atau Ariel akhirnya bebas murni, Senin, setelah narapidana kasus pornografi di Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung itu menuntaskan masa bebas bersyarat.

"Ariel divonis Pengadilan Negeri Bandung selama 3,5 tahun penjara di Rumah Tahanan Kebonwaru, Bandung. Juli 2013, Ariel telah mendapatkan kebebasan bersyarat hingga hari ini benar-benar bebas," kata Budiana, Kepala Sie Bimbingan Klien Dewasa Bapas Kelas I Bandung Kantor Wilayah Jawa Barat, di Bandung, Senin (22/9/2014).
Ia menjelaskan, Ariel sudah menjalani dua per tiga hukumannya. Ariel juga mendapatkan keringanan masa pembebasan bersyarat terhitung 23 Juli 2013 sampai 21 September 2014.
"Selama bebas bersyarat itu, Ariel masih dikenai wajib lapor ke Bapas satu bulan sekali sesuai aturan yang ditetapkan," katanya.
Surat putusan pembebasan itu langsung diterima Ariel yang datang ke Bapas Kelas I Bandung.
Selama pembebasan bersyarat, Ariel tercatat 26 kali melapor ke Bapas Bandung dan satu kali tidak lapor karena ada jadwal konser kelompok musiknya.

Pongki Barata Rilis Album Baru



Lama tidak terdengar gaungnya di industri musik Indonesia, Pongki Barata kembali merilis album keduanya. Didukung sejumlah musisi berbakat tanah air, Pongki mengeluarkan album kolaborasi bertajuk Pongki Barata Meets the Stars.
Sederet musisi ternama digandeng dalam pembuatan album baru suami Sophie Navita ini. Sebut saja Tulus, Kotak, Mike Mohede, Endah N’Rhesa, Lea Simanjuntak, dan Baim. Mereka didaulat untuk menyanyikan kembali lagu-lagu ciptaan Pongki, seperti "Seribu Tahun Lamanya", "Setia", dan "Seperti Yang Kau Minta".
Selain itu, mantan vokalis dan gitaris Jikustik ini juga memasukan tiga lagu terbarunya di album keduanya. Dalam lagu terbarunya tersebut, Pongki mengajak serta sang istri untuk berduet. “Konsep itu memang ada, saya siapkan sendiri sejak lama. Ada lagu yang sudah ready juga dan kebetulan penyanyinya siap,” ujar Pongki.
Ide untuk membuat sebuah album kolaborasi diakui Pongki terbersit sejak satu tahun silam. Namun, proses pembuatan album tersebut tergolong cepat, hanya memakan waktu empat bulan.
“Konsep album ini sudah saya siapkan sejak lama. Persiapan empat bulan, tapi dari setahun lalu juga sudah disiapkan. Untuk album ini harus punya nilai jual, ini menantang kreativitas, aku jadi produser dan song writer, kesempatan nggak datang lagi,” jelas pria 36 tahun tersebut.
Beruntung, para musisi yang terlibat merespon positif ajakan Pongki untuk mengisi albumnya. Namun, yang tersulit adalah mengatur jadwal para musisi tersebut untuk merekam suara mereka, mengingat mereka mempunyai jadwal yang cukup padat.

Kisah Florence Sihombing, Hina Jogja.

Malang benar nasib Florence Sihombing. Mahasiswi S2 Kenotariatan Universitas Gajah Mada (UGM) ini menjadi bulan-bulanan di jejaring sosial dan menjadi korban bully banyak orang atas apa yang dia lakukan.
Semua berawal dari keluhan Florence saat dia tidak mendapatkan BBM lantaran stok BBM di beberapa SPBU di Jogjakarta mengalami kelangkaan. Mungkin karena sudah benar-benar sebal, Florence menumpahkan kekesalannya itu di jejaring sosial.
Mungkin saat itu Florence memang sedang emosi, sehingga tidak menyadari akibatnya. Karena dengan segera, orang-orang langsung balas menyerang Florence yang membuat dia sampai harus merilis permintaan maaf dan sempat di-bully.
Jika melihat informasi yang diberikan Florence lewat akun Path pribadinya, Florence saat itu sedang mengantri BBM jenis Pertamax. Namun alih-alih mengantri di bagian motor yang sudah terlalu macet, Florence diduga berpindah dan membeli di bagian antrian mobil.

Hanya saja, informasi muncul bahwa seluruh antrian yang ada di SPBU itu sejatinya semua mengantri BBM jenis Pertamax. Sehingga besar kemungkinan Florence menerobos antrian.

Usai tidak mendapatkan BBM Pertamax yang memang diharapkanya, Florence sepertinya cukup sebal. Dia menumpahkan kekesalannya itu di akun jejaring sosial Path miliknya. Statusnya itu cukup membuat banyak orang terkejut. Florence menulis, 'Jogja Miskin, tolol, dan tak berbudaya. Teman-teman Jakarta-Bandung jangan mau tinggal di Jogja'.


Tak hanya di Twitter, beberapa bulan lalu, tepatnya pada bulan April, Florence sempat mengungkapkan kebosanannya tinggal di Jogja melalui akun Facebook-nya. Florence mengaku tak mengerti apa yang salah dengan Jogja dan membuatnya benar-benar sebal. Bahkan dirinya sempat membandingkan para penduduk Jogja dengan Bandung.

Di mana Florence menulis, 'Bandung lebih asik. Mata ini segar kalau di Bandung, hampir semuanya enak dilihat, cuacanya enak, gak kering dan bikin kulit item kayak di Jogja. Di Bandung orang-orangnya gak tolol, orang-orangnya keren-keren, tempat makannya asik-asik, artistik. Sementara Jogja...su***,'

Rupanya perilakunya itu didengar oleh institusi pendidikan di mana dirinya sekolah, Univesitas Gadjah Mada (UGM). Dikenal sebagai kampus terbaik di Indonesia, salah satu dosen UGM yang bernama Heribertus Jaka Triyan A memperingatkan agar seluruh civitas akademika hati-hati dalam berbicara. Karena sanksi akademik bisa dikenakan kepada mereka yang berbicara ngawur dan merendahkan pihak lain. 
Dengan tingginya tuntutan hampir dari seluruh lapisan masyarakat, kurang dari 24 jam, Florence langsung mengungkapkan permintaan maafnya. Dalam akun Path miliknya pula, Florence menulis bahwa dia menyesal. Bahkan sang ibu yang ada di Medan, Boru Sinaga juga mengungkapkan permintaan maaf akan aksi anaknya.
Sepertinya permintaan maaf Florence dianggap tidak cukup. Jumat (29/8) lalu, gabungan LSM dan sekelompok masyarakat melaporkan Florence Sihombing kepada Polda DIY. Di mana Florence dianggap menimbulkan kebencian, luka hati dan permusuhan terkait SARA di Jogja.

Hingga akhirnya mahasiswi program studi Kenotariatan, Fakultas Hukum UGM ini akhirnya ditahan pada Sabtu (30/8) lalu mulai pukul 14.00. Sebelum ditahan, Florence datang ditemani pengacaranya, Wibowo Malik pada pukul 10.30. Usai dua jam pemeriksaan, Florence kemudian dinyatakan ditahan kendati pihaknya menolak menandatangani Berita Acara Pemeriksaan (BAP).

Sebaiknya gunakan dunia maya khususnya sosmed secara santun dan beretika.
Sumber : Kapanlagi

School Of YOUTUBE





School Of Youtube merupakan program sorotan di youtube yang digelar mulai tanggal 8 - 12 September 2014. Program ini merupakan kolaborasi dari beberapa youtube artists untuk memberikan wawasan baru, pengetahuan baru, kesenangan baru atau hal bodoh yang tak terduga yang dapat terjadi namun tetap dalam konsep mendidik dan berbagi. Selain berbagi pengetahuan, program school Of youtube ini pun bertujuan untuk mengumpulkan dana bagi pemberantasan kelaparan dan kemiskinan di Benua Afrika. Donasi yang terkumpul akan dikelola oleh Comic Relief.

So paramuda..Belajar, bersenang-senang dan berbagi #laughlearngive. 

Edi Bro..


Foto kolase dari artis Eddi Brokoli yang mencukur rambut kribonya saat acara "Shave For Hope" di Gandaria City, Jakarta Selatan (15/9). Rambut Eddi dilelang dan laku senilai Rp. 160 juta dalam acara penggalangan empati dan dana terhadap anak-anak pengidap kanker di Indonesia itu.

Select Menu