Kendati baru cair anggaran tahap pertama, pekerjaan Dana Alokasi Khusus (DAK) diseluruh sekolah kini sudah mencapai sekitar 70 persen. Progressnya terlihat cepat, karena pemilik toko material bisa mendistribusikan bahan – bahan bangunan lebih awal, meski dibayar belakangan.
Hal tersebut di akui PPK DAK, Slamet Riadi, ST, saat ditemui di ruangannya Selasa kemarin, ia mengaku DAK tahun 2013, jika dilihat secara keseluruhan, pelaksanaannya sudah mencapai 70 persen selesai. Walaupun dengan pencairan tahap pertama. “Kenapa progressnya cepat, karena ada kepercayaan distributor barang atau toko bangunan yang mau memberikan material kepada sekolah lebih awal. Jadi, pada di pencairan tahap kedua, itu akan dibayarkan semua,” ujarnya.
Kata dia, swakelolanya pekerjaan tersebut tidak berbatas waktu dan tidak ada target waktu. Karena disesuaikan dengan kemampuan sekolah untuk menyelesaikannya. Tetapi untuk tertibnya administrasi, pihaknya selalu menekankan kepada sekolah untuk tidak melewati waktu tahun anggaran. “Artinya pada akhir Desember nanti, SPJ pelaksanaan kegiatan sudah masuk semua,” katanya.
Tapi bagi yang menemui kekurangan dan kendala di lapangan, seperti sistim, biasanya kadang molor. Namun untuk segi administrasi keuangan, kalaupun nanti terjadi peluncuran ke tahun selanjutnya, itu sudah diatur dalam APBD. Dan boleh melanjutkan kegiatan swakelola ditahun berikutnya dengan tetap menggunakan acuan juklak juknis sebelumnya. “Tetapi karena satu kelompok pengajuannya dilakukan secara kolektif, maka satu sekolah yang terlambat, maka yang lain akan mengalami keterlambatan semua. Pencariannya satu kali,” jelasnya.
Slamet melanjutkan, pencairan pertama sebanyak 40 persen. Kemudian sekolah membuat SPJ tahap kedua. Pengajuan tahap kedua, sekolah harus melampirkan laporan penggunaan anggaran pekerjaan tahap pertama. (BNQ)
No comments